Sejarah Ringkas
Diposting tanggal: 14 November 2012

Saat ini semua pihak menyadari bahwa SDM berkualitas merupakan prasyarat yang harus dimiliki agar suatu negara dapat mengalami kemajuan dalam berbagai bidang. SDM yang berkualitas umumnya memiliki ciri-ciri atau karakter yang dapat membuat keadaan dari yang kurang optimal menjadi sangat optimal. Indikator SDM berkualitas diantaranya: berstamina tinggi sehingga mampu bekerja keras, tangguh dan Ulet dalam menghadapi persoalan, cerdas berpikir dan bertindak, terampil dan memiliki kompetensi, mandiri, memiliki tanggung jawab, produktif, kreatif, inovatif, beorientasi ke masa depan, disiplin, dan berbudi. SDM berkualitas dapat dihasilkan melalui pendidikan, mulai dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi. Tingkat dasar dan menengah umumnya mempersiapkan peserta didik dengan landasan kuat, terutama dalam hal membina kecerdasan, tangguh dan keuletan, kreatif, tanggungjawab, disiplin dan berbudi. Sementara itu, pendidikan tinggi memperkaya peserta didik dengan karakter terampil dan memiliki kompetensi, produktif, inovatif dan berorientasi ke masa depan.

          Yayasan Cahaya Putra Bangsa Cirebon merupakan salah satu unsur masyarakat  yang memandang betapa pentingnya ketelibatan masyarakat dalam memajukan kualitas SDM Indonesia. Yayasan Cahaya Putra Bangsa adalah bagian dari organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) Wilayah Cirebon. Keterlibatan Yayasan Cahaya Putra Bangsa Cirebon akan diimplementasikan dalam bentuk pendirian sebuah perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan 4 (empat) prioritas program yang akan dikembangkan NU, yaitu:

  1. Peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan. Selain memantapkan kuantitas dan kualitas kiprah pendidikan yang sudah ada, NU akan membangun lembaga pendidikan yang selama ini belum sepenuhnya menjadi perhatian, seperti pembangunan universitas yang excellent di negara ini. Di ibukota negara dan pusat-pusat komunitas NU, NU harus memiliki universitas dengan standar internasional.
  2. Pada bidang pelayanan masyarakat, khususnya kesehatan, NU seharusnya memiliki rumah sakit yang memadai di Ibukota Republik dan pusat-pusat komunitas NU.
  3. Program pemberdayaan ekonomi warga nahdliyyin. NU melalui pengorganisasian yang baik dan profesional harus bisa mendayagunakan potensi ekonomi warga NU menjadi kekuatan ekonomi yang akan menjadi penopang model pembangunan ekonomi kerakyatan.
  4. Program pengkaderan dan penguatan jaringan NU. Melalui pengkaderan terencara NU dapat menyiapkan sumberdaya manusia agar kelak mempunyai kemampuan berkiprah di berbagai bidang pengabdian untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan. Bersamaan dengan itu NU harus memperkuat jaringan SDMnya sedang berpirah dalam berbagai bidang kehidupan dan berada dalam berabagai lembaga kemasyrakatan dan kenegaraan.

                Pendirian perguruan tinggi di Wilayah Cirebon merupakan hal yang pertama yang dilakukan oleh unsur NU. Oleh karena itu pendirian ini akan menjadi awal kebangkitan kaum nahdliyyin di wilayah tersebut dan akan menjadi center of excellent  untuk pembinaan umat dengan profesionalisme yang tinggi yang akan mencakup Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Majalengka